You are currently browsing the category archive for the 'Uncategorized' category.

coraline

“Coraline adalah gabungan dongeng dengan kisah horor.”

“Cerita yang aneh dan menakutkan, tapi banyak anak mencintainya.”

***

Di hari mereka pindah, Coraline meneliti setiap pojok rumah. Mereka sekeluarga pindah ke apartemen baru yang memiliki 21 jendela dan 14 pintu. Tiga belas pintu terbuka dan tertutup. Pintu keempatbelas terkunci. Di balik pintu ini adalah tembok bata, hinga satu hari Coraline mampu menemukan kuncinya. Di balik itu ada sebuah lorong ke apartemen lain yang serupa dengan milik keluarga Coraline.

Hanya ini berbeda.

Awalnya semua terlihat indah dan menyenangkan. Makanannya lebih enak. Banyak mainan tersimpan rapi di dalam kamar tidur, buku yang gambarnya bergerak dan meloncat. Tengkorak dan gigi seekor dinosaurus kecil gemeretak saat dibuka. Di sana juga ada ayah dan ibu, namun bukan ayah ibu yang Coraline sayangi sejak kecil. Kedua orang tua baru ini mengakui Coraline anaknya dan mereka hendak mengubah dirinya. Tak ingin melepaskannya.

Ternyata ada banyak anak yang terjebak di sana. Jiwa yang tersesat di balik cermin. Coraline adalah satu-satunya harapan mereka. Ia harus berjuang untuk menyelamatkan mereka dengan kecerdikan dan perangkat apapun yang ia temui. Ia pun harus menyelamatkan dirinya.

Neil Gaiman adalah penulis berakrakter untuk semua umur, dan ia pun telah memenangkan penghargaan atas karyanya.

I. Pendahuluan

Dua tahun belakangan ini penulis kerap diundang ceramah maupun menjadi fasilitator di beberapa Perguruan Tinggi Agama Islam (selanjutnya: PT), khususnya berkaitan dengan persoalan seputar media penerbitan PT. Tentu saja penulis diundang dalam kapasitas sebagai praktisi di dunia penerbitan, dalam hal mana diharapkan masukan-masukan dan saran-saran penulis untuk kepentingan perkembangan media penerbitan PT itu sendiri.

Dalam pandangan penulis, keinginan pihak PT mengundang praktisi dunia penerbitan non kampus merupakan pertanda adanya keinginan untuk berdialog dan mencoba untuk melihat kelemahan dan kekuatan media penerbitan PT. Oleh karena itu, penulispun menyediakan waktu untuk hal ini. Dalam beberapakali kunjungan tersebut yang menarik untuk dikemukakan di sini adalah informasi seputar media penerbitan PT yang ‘luar biasa’ banyaknya. Mungkin jauh lebih banyak daripada media penerbitan non PT. Sebagai ilustrasi saja, sebuah PT Islam di Yk memiliki tidak kurang dari 14 jurnal dan beberapa majalah. PT ini juga masih memiliki beberapa lembaga penerbitan yang dikelola oleh para dosen.

Dari ilustrasi ini mungkin dapat dibayangkan ada berapa puluh bahkan ratusan media penerbitan di PT, mulai dari yang negeri sampai swasta. Tentu saja jika dihitung dengan media penerbitan non PT kita akan menemukan data yang (barangkali) tidak seimbang.

Read the rest of this entry »

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!